Ketika ditabrak mobil truk besar, Ronne Scallion masih berusia delapan tahun. Saat itu hendak menyebrang jalan. Peristiwa ini mengancam hidupnya, beruntung Allah menyelamatkannya dari kematian. Namun, para dokter terpaksa mengamputasi kedua kakinya. Beberapa hari kemudian, Ronne pulang ke rumah orang tuanya. Hatinya hancur berkeping-keping. Sang orang tua hanya bisa menenangkan bahwa apa yang terjadi merupakan kehendak Allah. Kepadanya disampaikan banyak contoh orang-orang terkemuka, salah satunya adalah Hellen Killer yang dilahirkan dalam keadaan tidak bisa melihat, mendengar dan berbicara. Namun, belakangan ia menjadi sosok yang sangat berpengaruh. Ronne mulai tenang karena mendengar hiburan dari ayahnya. Ia memutuskan untuk kembali bersekolah. Sungguh tidak diduga bahwa teman-teman sekolahnya banyak yang menjauh, bahkan ada yang mengolok-ngoloknya. Karena sangat sedih, Ronne berhenti sekolah. Agar tetap dapat belajar, sang ayah memanggilkan guru ke rumah untuk Ronne menjalani Home...
Do you still remember my story on this blog when I was 25 years old? (https://rinda-widiana.blogspot.com/search?q=bi+eneng) It's about a tough woman who is an inspiration in my life. When I was young, I observed my uncle and aunt dating, getting married (I became their bridemaid at around 5 years old), having children (sadly, their son passed away before reaching 1 year old), and later having two daughter. Through them, I was became an eyewitness what it means to be dedicated parents who fight for their children. Now, my uncle (Bi Neng's husband), has passed away at the age of 61 due to lung cancer. The loss is deeply felt, as he was the last surviving younger brother of my late father. Losing him felt similar to losing my own father, especially witnessing the profound sorrow of his child. Memories of his daily habits, such as opening the gate for his child returning from work, mirrored those of habit my father. That brief moment truly touched my heart and made me realize the...
siiip
ReplyDelete