19.4.13

Save The World

Akhir-akhir ini sering sekali pemberitaan tentang akan terjadinya kiamat di tahun 2012. Ntah itu pemberitaan akan adanya benturan ke planet bumi atau adanya benturan matahari yang mengakibatkan adanya bencana di tahun ini, lalu ramalan terbakarnya hutan amazon sebagai paru-paru dunia padahal 30% keberadaannya sebagai penghasil oksigen di bumi. Belum lagi pemberitaan melalui broasdcat BBM yang mengatasnamakan NASA. Sampai-sampai di negeri Amerika sudah ada sebuah keluarga yang sengaja membuat rumah bawah tanah dan menyimpan persediaan makanan selama satu tahun ke depan. Belum lagi pemutaran film 2012 yang bertemakan Kiamat.

Jujur saja pemberitaan ini membuat sedikit saya terganggu dengan kecemasan dan dugaan-dugaan yang membuat saya berfikir baik secara logic maupun un-logic. Terlepas dari dunia memang sudah tercatat dalam Al-Quran pasti akan menemui akhir zaman.

Satu pesan dari ramalan mengenai kiamat itu adalah bahwa "Manusia harus berubah". Berubah agar bencana tidak menjemput bumi ini diakibatkan ulah manusia itu sendiri. Jika kita melihat itu suatu kemusyrikan alias sesuatu yang diyakini benar adanya tentunya sangat tidak baik. Tapi jika kita melihat itu sebagai suatu peringatan untuk manusia khususnya diri kita sendiri agar bisa memperhatikan dan peduli dengan lingkungan sekitar kita kenapa tidak.

Sebagaimana firman Allah Swt "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Mungkin kita berfikir bahwa tidak akan mengakibatkan banjir besar jika hanya sebatas membuang sebatang rokok, atau sebungkus permen, atau sebungkus snack di jalan raya. Tapi jika semua orang berfikir seperti itu. Bayangkan sampah yang menumpuk akibat ratusan jiwa manusia dengan pemikiran yang sama.

Kini banyak lembaga-lembaga atau elemen masyarakat yang berkampanye mengenai Go Green atau save the world. Slogan itu kadang terlalu sulit untuk kita amalkan mengenai apa yang seharusnya kita perbuat. Karna mungkin jika dicontohkan harus menanam pohon kita mungkin ada alasan lahan kita sempit, tidak ada waktu, tidak mengerti cara menanam yang baik dan seribu alasan lainnya. Atau misal penggunaan kertas. Kadang kita merasa sudah mempergunakan kertas dengan seperlunya. Lalu jika kertas harus dihemat oleh kita sebagai konsumen kertas, lantas bagaimana dengan pabrik kertas yang selalu ada menjualnya??

Yang ingin saya soroti disini adalah yang sering kita jumpai yang mungkin dianggap sepele oleh kebanyakn orang, tetapi mempunyai efek yang sangat besar bagi kelangsungan hidup di dunia. Yaitu membuang sampah sembarangan atau lebih tepatnya SEENAKNYA alias SAKAHAYANG.

Tapi apa yang bisa dilakukan banyak, kalo misalkan yang bisa berfikir seperti ini hanya bisa dihitung dengan hitungan jari atau sebagian orang yang masih perduli dengan bumi ini.

Sangat ironis jika melihat orang di depan saya dengan seenaknya membuang bungkus makanan/minuman sembarangan. Ntah itu sedang asik berjalan asik lempar ke selokan, sedang naik motor tinggal lempar ke bawah, sedang naik mobil lempar ke pinggir trotoar yang dipenuhi semak-semak daun supaya tidak terlihat.

Sejenak kadang saya berfikir dari sisi religi saya. Orang itu telah diberikan nikmat rizki yang bisa ia makan, nikmat lidah ia bisa mengunyah dan bisa mencicipi rasa yang lezat, nikmat perut karna ia bisa merasakan kenyang. Tapi ko bisa yah selesai makan ia mengotori yang punya 'rumah ini' atau 'sang pemberi rizki' tanpa merasa berdosa. Apakah bisa mereka berfikir sampai sejauh itu??

Mungkin contoh simpelnya anggap saja kita manusia itu sebagai "anak kost gratis yang beruntung" punya tempat kost (dunia) yang bisa ditinggali sesuka hati. Kenapa saya bilang anak kost? Ya karna hidup di dunia hanya sementara. Fasilitas dengan lengkap diberikan oleh Sang Pemilik. Dari mulai makanan, tempat tinggal, adanya cahaya matahari ketika siang, adanya penerangan bulan ketika malam.

Kira-kira hal yang pantas apa yang bisa anak kost itu lakukan untuk membayar kebaikan Sang Pemilik?? Apakah dengan mengotori rumahnya tersebut membuat Sang Pemilik merasa nyaman dan senang??Lalu jika rumah tersebut kotor, lalu timbul berbagai penyakit di dalamnya, Siapakah yang lebih pantas untuk disalahkan??

Sampah satu demi satu menumpuk menjadi lautan sampah. Akhirnya ketika hujan terjadi banjir akibat aliran air tersumbat oleh sampah-sampah yang menumpuk. Belum lagi sampah yang tidak bisa terurai yang ada di tanah. Dan ujungnya saling menyalahkan satu sama lain.

Itu contoh kecil yang saya sering jumpai setiap hari. Contoh besar lainnya seperti adanya penebangan liar, pemukiman real estate yang tidak mementingkan lingkungan sekitar, pembangunan gedung-gedung pencakar langit yang di dominasi dengan kaca, pembangunan pabrik yang limbahnya dibuang ke laut, pembuatan mall dan hotel bertingkat di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta tanpa memperhatikan AMDAL, dll.

Memang kita bukan siapa-siapa yang bisa mengubah dunia. Tapi jika dimulai dari diri kita sendiri dan mau berfikir sampai sejauh itu untuk keselamatan bumi ini, Insya Allah bumi ini berakhir semata-mata karna takdir dari Allah SWT, bukan bencana karna ulah akibat perbuatan manusia itu sendiri.

Mudah-mudahan bacaan ini bisa menginspirasi orang-orang yang selalu buang sampah sembarangan ntah yang lagi asik makan di atas motor, mobil, lagi jalan2 santai, atau mobil atau motor yang asap hitam yang mencemari udara. Mudah-mudahan mereka bisa lebih peka dengan alam dan tau diri bahwa kita semua sedang Kost dengan fasilitas cuma-cuma :)

Yang Perlu Diketahui: Menenteng sampah tidak akan memakan waktu berjam-jam dan membuat tangan pegal loh!!

Kalo sudah dibuang pada tempatnya baru deh ini menjadi pekerjaan pemerintah untuk mengelolanya agar sampah tersebut tidak mencemari lingkungan:) Jadi kita menuntut pemerintah setelah kita melakukan upaya yang benar terlebih dahulu sebelum menghakimi cara bekerja pemerintah kita.

Hanya sebuah pemikiran kecil untuk selamatkan bumi

Just share, semoga bermanfaat :)

2.7.12

Nisfu Syaaban

Lagi iseng Googling tentang keutamaan Nisfu Syaaban dan sunah puasa di dalamnya, ketemu dengan jadwal puasa sunah dan puasa wajib di kalender Islam ini :) Semoga bermanfaat.....
** Pembetulan: 1 April 2012 jatuh hari ahad bukan Senin..

Berdasarkan jadual di atas
1 Rajab 1433 H – 22 Mei 2012
1 Syaaban 1433H – 21 Jun 2012
Nisfu Syaaban = 15 Syaaban 1433H – 5 Juli 2012
1 Ramadhan 1433H – 21 Juli 2012
1 Syawal 1433H = Hari Raya Idul Fitri – 19 Agustus 2012

Sumber: http://trigyy.com

* Pengertian Nisfu Syaaban
Nisfu dalam bahasa arab bererti setengah. Nisfu Syaaban berarti setengah bulan Syaaban. Malam Nisfu Syaaban adalah malam lima-belas Syaaban yaitu siangnya empat-belas hari bulan Syaaban.
Malam Nisfu Syaaban merupakan malam yang penuh berkat dan rahmat selepas malam Lailatul qadr. 
Hari nisfu sya’aban adalah hari dimana buku catatan amalan kita selama setahun diangkat ke langit dan diganti dengan buku catatan yang baru.

Saiyidatina Aisyah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi saw tidak tidur pada malam itu sebagaimana yg tersebut dalam sebuah hadis yg diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi r.a:
Rasulullah Saw telah bangun pada malam (Nisfu Syaaban) dan bersembahyang dan sungguh lama sujudnya sehingga aku fikir beliau telah wafat. Apabila aku melihat demikian aku mencubit ibu jari kaki Rasulullah Saw dan bergerak. Kemudian aku kembali dan aku dengar Rasulullah Saw berkata dalam sujudnya, “Ya Allah aku pohonkan kemaafanMu daripada apa yg akan diturunkan dan aku pohonkan kerendahaanMu daripada kemurkaanMu dan aku berlindung kepadaMu daripadaMu. Aku tidak dapat menghitung pujian terhadapMu seperti kamu memuji diriMu sendiri.”

Setelah Rasulullah Saw selesai sembahyang, Rasulullah Saw berkata kepada Saiyidatina Aisyah r.a. “Malam ini adalan malam Nisfu Syaaban. Sesungguhnya Allah Swt telah datang kepada hambanya pada malam Nisfu Syaaban dan memberi keampunan kepada mereka yg beristighfar, memberi rahmat ke atas mereka yg memberi rahmat dan melambatkan rahmat dan keampunan terhadap orang2 yang dengki.”

Rasulullah SAW bersabda bermaksud: Apabila tiba malam Nisfu Syaaban, lalu berqiyamullail pada malamnya, dan berpuasa di siangnya, maka sesungguhnya Allah SWT turun ke langit dunia ketika matahari terbenam dan berfirman,“Adakah disana orang yang memohon keampunan, lalu Aku mengampunkan dia? Adakah di sana orang yang memohon rezeki, lalu Aku memberi dia rezeki? Adakah di sana orang yang di beri ujian bala bencana, lalu Aku menyejahterakan dia? Adakah di sana adakah di sana? sehingga terbit fajar.”(Riwayat ibn Majah)

sumber: Wikipedia 

Im Just Sharing, Wallahualam :)


17.2.12

Father and Son....

Find a girl, settle down if you want you can marry
Look at me..i am old but i am happy

18.1.12

Berlibur ke Ujung Genteng



Tepatnya lokasi Ujung Genteng berada 4 jam dari Sukabumi.
Cuaca sepanjang perjalanan pun hujan deras. Sampai disana sekitar pukul 15.00 masih disambut dengan hujan. Sudah feeling liburan kali ini bakal kurang seru.


Singkat cerita dokumentasi selama liburan seperti ini:

Menuju ke Penginapan, yang kurang lebih jaraknya 3,5 Km. Harus pakai jasa ojeg, karna situasi jalan yang tidak  memungkinkan pakai mobil.







Cuaca hujan terus menerus, membuat jalan seperti rawa buatan. Kata tukang ojeg sudah seminggu terakhir cuacanya seperti ini. Dan sebaiknya kalo mau ke Ujung Genteng harus tanya-tanya dulu mengenai cuaca disana. Karna kalo musim hujan, tema liburan bukan menepi di pantai tapi jadi menyepi di pantai. nyerah

Jalanan menuju Losmen. Genangan air hujan yang membentuk seperti rawa-rawa. 
Takut banget jatuh ke kubangan air ini. Berdoa selamat sampai dengan tujuan doa . Sambil dag dig dug dan teriak ketakutan, si mang dengan gayanya ala pembalap Rossi terus berusaha meyakinkan "tenang neng...ini belum seberapa."
Dan Alhamdulillah ternyata tukang ojeg disini memang sudah mahiiiiir.

Foto di atas lebih mirip sukarelawan, daripada turis lokal tandu

Sampai juga di Losmen Batu Besar. Suasananya masih seperti jarang dihuni dan menyeramkan. Terkesan bangunan tua dan kurang terawat. Tapi kata tukang ojeg sih ini losmen favorit bule-bule.


Ternyata disamping Losmen ada pemandangan bagus, sawah luas banget. Take foto duyu deh wink
Ternyata kamarnya lumayan enak, cuma sayang akses jalan kemana-mana sangat jauh.






Setelah barang-barang disimpan di losmen, kita semua menuju lokasi penangkaran penyu.
Take Foto duyu ahh


 





Untuk menuju lokasi harus pakai jasa ojeg lagi, karna jarak tempuh kesana kurang lebih 2 Km, dan ga memungkinkan untuk pakai mobil apalagi jalan. 


      Sampai di Pulau Penyu
Ini tempat Penangkaran Penyu. Setiap jam 17.30 anak-anak penyu yang sudah menetas itu dilepas ke pantai dan yang kalo mau lihat harus bayar Rp. 5.000,-/orang.

Pelepasan dimulai......




Setiap hari sekitar 200 anak penyu dilepas ke pantai 




Maksa foto sama anak penyu, walaupun ga keliatan








Jam 21.00 dijemput tukang ojeg kembali perjalanan menuju penangkaran penyu , untuk melihat  induk penyu bertelur.razz

Wisata malam dimulai  wink
                    Setelah menunggu agak lama, akhirnya jam 23.00 baru bisa lihat penyunya.

Katanya pawangnya, sekali bertelor bisa menghasilkan sampai 90 telor. Dan kalo sudah bertelur, penyu induk meninggalkan telurnya  gitu aja, lalu kembali lagi 2 tahun kemudian. Sedih yah....

 
Narsis diantara perjuangan penyu menetaskan telor-telornya

NB :Menurut sumber, kalo mau lihat banyak induk penyu bertelur bagusnya bulan Agustus, bisa lihat sampai 90 penyu. Kalo bulan lain hanya beberapa.


---Petualang di hari kedua pun berakhir---


Hari kedua, pindah tempat penginapan. Karna penginapan pertama jauh dari pantai.

Berharap lebih menyenangkan di hari kedua...


Berharap di tempat ini lebih asyik dari tempat pertama. Tapi ternyata suasana disini lebih scary. Penginapannya mati lampu, bocor, susah air, banyak nyamuk, hp lowbat dan hujan angin. :ayokona:   
Posisi penginapan sangat dekat dengan pantai, jadi kepikiran kalo tsunami lari kemana.













Karna mati lampu, jadinya Candelight dinner di teras penginapan.
Berhubung tidak ada piring, maka pincuk pun jadi.




Tapi tetep nikmat, karna ikan bakarnya itu looh...maknyus. Namanya ikan pisang-pisang










Walaupun cuaca hujan terus-menerus tapi tetep narsis aja di pantai.... 
Walaupun sedikit kurang eyecatching pake jas hujan  


TAKE PICTURES........SMILE


 




---Tema hari kedua narsis di pantai selesai----

Hari ketiga, kembali ke Bandung kota tercinta


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

About Me

My Photo
bandung, Jawa Barat, Indonesia
Just an ordinary woman who has extraordinary dreams

Share it